Minggu, 24 Juni 2012

rasa yang ku tinggal mati

-Dan mungkin bila nanti
Kita akan bertemu lagi
Satu pintaku
Jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang ku tinggal mati
Seperti hari kemarin
Saat semua di sini-

Potongan lagu Peterpan di atas adalah salah satu lagu favorit aku.

Kalau aku ukang-ulang lagu baca lirik, denger lagunya atau nyanyiin sekaligus, isinya ngeba banget.

Dulu memang iya aku menginginkan kamu. Setiap malam menunggu pesan masuh atau telfon dari mu. Tak sabar menunggu janji-janji pertemuan kita. Hingga akhirnya kita sama-sama tau. Kamu tau kalau aku suka kamu dan aku tau kalau kamu hanya menganggap ku teman biasa.

Dan kalau suatu hari kita dipertemukan lagi di atas tanah yang sama, cukuplah cerita hari itu saja yang kita bincangkan, karena.rasa yang kemarin telah ku tinggalkan.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 23 Juni 2012

part time

Untuk mengisi waktu senggang dan menambah pundi-pundi uang, saya lagi-lagi mecari-cari pekerjaan part time. Kali ini saya menghindari pekerjaan di butik. Sebelumnya saya sudah perbah bekerja di salah satu butik on line. Pekerjaannya terlihat sederhana. Memotret baju, mengedit, memposting, lalu memasarkan juga lewat jejaring socil, packing dan pembukuan. Tapi setelah dikerjakan. Wow! Cape luar biasa. Saat itu saya kerja dari jam 07.30 - 13.00. Belum lagi jarak tempat tinggal dan butik dari rumah saya itu yang jauh.

Akhirnya saya mendapatkan pekerjaan ini, sebagai chaaier di sebuah milk shop yang sedang berkembang. Gajinya memang tidak seberapa, tapi saya rasa senilai dengan pekerjaannya. Ringan.

Temen-teman saya banyak yang bilang saya buang waktu, tapi tidak dengan saya. Saya senang di sini. Bertemu dengan teman-teman baru, tau cara bikin susu,sosis dan surabi. Saya banyak belajar. Belajar melayani konsumen juga, belajar menghadapi orang lain. Jadi bayaran dari tempat kerja saya sekarang bukan hanya uang tapi juga ilmu.

Tenpat kerja part time saya yang lama juga begitu. Pasca resign, saya menyadari ada beberapa ilmu yang sudah saya dapatkan. Tentu saja itu tidak sia-sia.

Pengalaman bekerja saya memang hanya sedikit, maklum, masih mahasiswi. Tapi semua ini memberi banyak cerita. Hmmmm apalagi nanti setelah lulus kuliah ya, pasti lebih seru. Ah, selamat menunggu masa depan :)

Published with Blogger-droid v2.0.6

my writting

Tadinya aku kira aku bisa menjual tulisan ku,menjadikannya sumber pendapatan. Tapi ternyata sampai saat ini tulisan ku masih belum mengesankan apalagi menjual.
Tapi hingga sekarang aku masih terus menulis.

Ternyata ini hanya sekedar hobby saja (dulu). Mungkin esok bisa lebih. :)

Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 22 Juni 2012

Kamu I

Pertama kali saya menyadari kehadiran kamu di kelas, saya tak berhenti memperhatikan kamu. Gerak gerik kamu, cara bicara dan berpakaian kamu bahkan saya menghapal wangi kamu. Biasanya seseorang akan refleks balik memperhatikan orang lain yang sedang memandangnya setiap saat. Sayangnya kamu tidak, kamu tak pernah melihat saya sedang memperhatikan kamu. Membuat saya semakin bebas dengan kesenangan baru saya.

Kesan saya pertama kali saat itu, kamu anak nakal yang senang mencoba hal-hal negatif. Khas cowok. Selalu senang hal-hal baru yang teman-teman mereka anggap seru. Tapi entah mengapa, saya meyakini satu hal, kamu sangat baik,lewat tatapanmu. Ah,perasaan macam apa ini. Padahal kita belum saling bicara. Keyakinan itu begitu kuat.

Tapi saya tak berani mendekati mu. Saya takut perasaan saya yang meyakini kebaikanmu, berkembang menjadi perasaan suka,kemudian sayang lalu cinta. Timbulah perasaan ingin memiliki dan harapan-harapan untuk kebersamaan kita. Ah, saya tidak siap untuk patah hati lagi dan lagi. Cukup lah saya bahagia dengan memperhatikan kamu.

Skenario semesta berbeda dengan skenario saya. Kita di pertemukan dalam sebuah obrolan yang menyeret perasaan saya semakin jauh. Kamu pun semakin mendekat. Saya tak mampu menolak. Tanpa sadar saya telah menikmatinya dan membiarkan hati saya semakin jatuh kepada kamu.

Malam itu, kamu mengungkapkan semua pengetahuan kamu tentang ku termasuk tentang aku yang sering memperhatikan aku. Ah malunya aku, tapi juga senang, kamu juga menjatuhkan hatimu pada saya. Perasaan kita seri!

Hingga hari seakan berlari, hubungan kita sudah berbilang bulan. Semua berjalan baik dan normal. Meski terkadang perbedaan menghantui saya,apakah ini semua hanya potobgan perjalanan hidup kita berdua? Dan akan berakhir begitu saja. Bisakah perasaan kita juga seperti itu?

Saya tak bisa meraba apa yang kamu rasakan tentang ini, karena pikiran saya tentang ini pun samar.
Tak ada kesimpulan.

Kita dua orang yanfg tak sibuk.memikirkan rencana hubungan ini. Kita dua orang yang sering gagal akan rencana, di jatuhkan oleh harapan. Lahirlah kapok dan memilih menjalaninya dengan sebaik-baiknya dulu. Mengutamakan hal yang memang lebih penting. Masa depan! Loh,bukan kah ini lebih baik? Lihat saja, kita semakin erat. Padahal ini semua juga karena kita tak bisa berkutik dengan perbedaan mendasar kita.

Pada akhirnya, semesta yang mempertemukan kita, semesta juga yang akan mengakhiri ini.

Published with Blogger-droid v2.0.6
Published with Blogger-droid v2.0.6

lumpuh

Aku kira aku bisa berjalan
Ternyata aku lumpuh
Yang berjalan selama ini hanyalah khayalan

Sudah terlalu jauh khayalan ini
Hungga menciptakan harapan
Yang akhirnya amharus pupus

Sekarang...hanya belajar berjalan secara nyata yang dapat aku lakukan
Agar kumpuh ini segera usai

Published with Blogger-droid v2.0.6

Rabu, 20 Juni 2012

Haruskah saya berhenti?

Banyak yang bilang tulisan saya tidak mengesankan, bahkan ada juga yang bilang tidak ada arti sama sekali. Saya sih tertawa saja sambil mengatakan "Padahal beberapa tulisan yang gue tulis dengan emosi sampe sambil nangis gitu loh. Ternyata gak sampe ke lo ya, sampe lo bilang semuanya gak ada arti. Hahahahaha".

Tapi saya terus saja menulis, dan tetap saja sama. Yang memuji tidak sampai lima orang. Ah entahlah. Lalu saya sering membaca-baca lagi tulisan saya, hanya beberapa yang saya ingat saya menulisnya dalam kondisi seperti apa, menangis, bahagia atau biasa saja. Selebihnya hanya mengundang komentar bego dari saya "kok bisa ya gue nulis ini?." Eww. Eh tapi , menuliskan bukan buat dapat pujian orang lain.

Blog saya greenvio.blogspot.com lama sudah tidak terisi. Bingung. Kadang saya mikir, buat apa saya menulis, kalau toh pada akhirnya tidak dapat menyampaikan apa-apa ke pembaca? Lalu seseorang bilang pada saya "Lo terus aja nulis Lan dengan idealisme lo. Kayak band-band indie itu yang bermusik untuk dirinya sendiri, untuk kecintaannya pada musik. Idealisme itu ketentuan dalam seni." Itu semau tidak membakar semangat saya lagi. Tetap saja masih malas menulis. 

Apa karena saya berusaha mengesankan pembaca makanya tulisan saya akhirnya tidak berkesan?Atau...hhhhh, memang saya tidak punya kemampuan untuk menjual tulisan? Ah tidak tau. Lalu mimpi menjadi penulis? Aaaaaaaaaaa.Lalu apa selama ini hanya perasaan saya saja tentang kemampuan menulis saya? Kalau di hubungkan dengan kemampuan presentasi, saya juga sulit untuk mempresentasikan sesuatu dengan jelas. Pendengar biasanya akan minta ulang. 

Haruskan berhenti dan mencoba hal lain?Sayangnya saya terlalu setia. Hhhhh