Minggu, 04 November 2012
Ada banyak hal yang saya pikirkan, saya tanggung sendiri, kalau berbentuk pertanyaan saya jawab sendiri. Hingga larut malam, samapai kepala mau pecah atau mata sudah sangat bengkak, lalu besok pagi saya bangun seolah sudah tidak terjadi apa-apa, saya membuat malam terlalu melelahkan, agar tidak bertenaga lagi memikirkan yang semalam. Dan pada malam-malam berkitnya kadang sekelebat pemikiran itu sering datang. Mata saya seketika nanar, tidak tau harus berbuat apa.
Dan saat ini saya sampai pada hal yang benar-benar menentang idealisme saya. Menentang prinsip saya. Namun terbentuk oleh tuntutan. Terisak di balik guling, lalu diam mencar pemikiran lain, lalu bengong hingga tertidur. Saya sudah berada pada kondisi itu. Lebih jauh pada kondisi ingin pindah dari negri ini. Tapi tidak untuk mati. Saya tau saya harus berdiri. Namun karena merasa terlalu penuh kadang saya tak mempu lagi berpikir, step selanjutnya apa?
Saya butuh telinga, saya butuh suara. Sebelumnya saya sudah mengadu tentunya pada ALLAH MAHA BAIK. Saya butuh suara yang menandakan saya tidak sediri, yang mampu membanut saya berpikir, yang menghapus air mata yang melunturkan krim malam saya, saya butuh tangan lain juga untuk memegangi saya yang mulai gemetaran, takut karena kemarin tegak sendiri. Dia datang, dia tidak membenarkan, dia tidak menyalahkan saya, dia tidak mengambalikan masalah pada saya, dia membantu saya, dia memgangi saya, dia berada di dekat saya. Setelah berbagi dengannya saya merasa mendapatkan diri saya lagi. Diri saya yang kanan, yang harus menurunkan ego yang terlalu kuat, diri saya yang harus bertanggung jawab.
Pada awalnya saya ingin menanggung ini sendiri, ternyata lelah juga terus terisak pada guling yang diam. Pada dasarnya kedua tangan ini butuh genggaman tangan lain.
Dan masalah itu, suatu hari nanti, akan saya sampaikan pada semilir angin agar dunia mendengarnya, agar dunia belajar padanya, agar dunia membenci kebusukan. Agar tidak ada lagi yang merasa idealismenya di renggut paksa. Agar lahir banyak orang yang memiliki idealisme yang baik, kuat, positif dan tentu saja tertolong.
Selamat malam.
Rabu, 15 Agustus 2012
May I write what I pray?
Rabu, 11 Juli 2012
Surel Pembawa Luka
Rindu Menulis
Selasa, 03 Juli 2012
smoke for girl
Sejak kapan rokok hanya diciptakan untuk cowok sampe kalo ada cewek yang ngerokok si cowok boleh menghina,melarang dan menjudge tu cewek nakal!?
Minggu, 24 Juni 2012
rasa yang ku tinggal mati
-Dan mungkin bila nanti
Kita akan bertemu lagi
Satu pintaku
Jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang ku tinggal mati
Seperti hari kemarin
Saat semua di sini-
Potongan lagu Peterpan di atas adalah salah satu lagu favorit aku.
Kalau aku ukang-ulang lagu baca lirik, denger lagunya atau nyanyiin sekaligus, isinya ngeba banget.
Dulu memang iya aku menginginkan kamu. Setiap malam menunggu pesan masuh atau telfon dari mu. Tak sabar menunggu janji-janji pertemuan kita. Hingga akhirnya kita sama-sama tau. Kamu tau kalau aku suka kamu dan aku tau kalau kamu hanya menganggap ku teman biasa.
Dan kalau suatu hari kita dipertemukan lagi di atas tanah yang sama, cukuplah cerita hari itu saja yang kita bincangkan, karena.rasa yang kemarin telah ku tinggalkan.
Sabtu, 23 Juni 2012
part time
Untuk mengisi waktu senggang dan menambah pundi-pundi uang, saya lagi-lagi mecari-cari pekerjaan part time. Kali ini saya menghindari pekerjaan di butik. Sebelumnya saya sudah perbah bekerja di salah satu butik on line. Pekerjaannya terlihat sederhana. Memotret baju, mengedit, memposting, lalu memasarkan juga lewat jejaring socil, packing dan pembukuan. Tapi setelah dikerjakan. Wow! Cape luar biasa. Saat itu saya kerja dari jam 07.30 - 13.00. Belum lagi jarak tempat tinggal dan butik dari rumah saya itu yang jauh.
Akhirnya saya mendapatkan pekerjaan ini, sebagai chaaier di sebuah milk shop yang sedang berkembang. Gajinya memang tidak seberapa, tapi saya rasa senilai dengan pekerjaannya. Ringan.
Temen-teman saya banyak yang bilang saya buang waktu, tapi tidak dengan saya. Saya senang di sini. Bertemu dengan teman-teman baru, tau cara bikin susu,sosis dan surabi. Saya banyak belajar. Belajar melayani konsumen juga, belajar menghadapi orang lain. Jadi bayaran dari tempat kerja saya sekarang bukan hanya uang tapi juga ilmu.
Tenpat kerja part time saya yang lama juga begitu. Pasca resign, saya menyadari ada beberapa ilmu yang sudah saya dapatkan. Tentu saja itu tidak sia-sia.
Pengalaman bekerja saya memang hanya sedikit, maklum, masih mahasiswi. Tapi semua ini memberi banyak cerita. Hmmmm apalagi nanti setelah lulus kuliah ya, pasti lebih seru. Ah, selamat menunggu masa depan :)
my writting
Tadinya aku kira aku bisa menjual tulisan ku,menjadikannya sumber pendapatan. Tapi ternyata sampai saat ini tulisan ku masih belum mengesankan apalagi menjual.
Tapi hingga sekarang aku masih terus menulis.
Ternyata ini hanya sekedar hobby saja (dulu). Mungkin esok bisa lebih. :)
Jumat, 22 Juni 2012
Kamu I
Pertama kali saya menyadari kehadiran kamu di kelas, saya tak berhenti memperhatikan kamu. Gerak gerik kamu, cara bicara dan berpakaian kamu bahkan saya menghapal wangi kamu. Biasanya seseorang akan refleks balik memperhatikan orang lain yang sedang memandangnya setiap saat. Sayangnya kamu tidak, kamu tak pernah melihat saya sedang memperhatikan kamu. Membuat saya semakin bebas dengan kesenangan baru saya.
Kesan saya pertama kali saat itu, kamu anak nakal yang senang mencoba hal-hal negatif. Khas cowok. Selalu senang hal-hal baru yang teman-teman mereka anggap seru. Tapi entah mengapa, saya meyakini satu hal, kamu sangat baik,lewat tatapanmu. Ah,perasaan macam apa ini. Padahal kita belum saling bicara. Keyakinan itu begitu kuat.
Tapi saya tak berani mendekati mu. Saya takut perasaan saya yang meyakini kebaikanmu, berkembang menjadi perasaan suka,kemudian sayang lalu cinta. Timbulah perasaan ingin memiliki dan harapan-harapan untuk kebersamaan kita. Ah, saya tidak siap untuk patah hati lagi dan lagi. Cukup lah saya bahagia dengan memperhatikan kamu.
Skenario semesta berbeda dengan skenario saya. Kita di pertemukan dalam sebuah obrolan yang menyeret perasaan saya semakin jauh. Kamu pun semakin mendekat. Saya tak mampu menolak. Tanpa sadar saya telah menikmatinya dan membiarkan hati saya semakin jatuh kepada kamu.
Malam itu, kamu mengungkapkan semua pengetahuan kamu tentang ku termasuk tentang aku yang sering memperhatikan aku. Ah malunya aku, tapi juga senang, kamu juga menjatuhkan hatimu pada saya. Perasaan kita seri!
Hingga hari seakan berlari, hubungan kita sudah berbilang bulan. Semua berjalan baik dan normal. Meski terkadang perbedaan menghantui saya,apakah ini semua hanya potobgan perjalanan hidup kita berdua? Dan akan berakhir begitu saja. Bisakah perasaan kita juga seperti itu?
Saya tak bisa meraba apa yang kamu rasakan tentang ini, karena pikiran saya tentang ini pun samar.
Tak ada kesimpulan.
Kita dua orang yanfg tak sibuk.memikirkan rencana hubungan ini. Kita dua orang yang sering gagal akan rencana, di jatuhkan oleh harapan. Lahirlah kapok dan memilih menjalaninya dengan sebaik-baiknya dulu. Mengutamakan hal yang memang lebih penting. Masa depan! Loh,bukan kah ini lebih baik? Lihat saja, kita semakin erat. Padahal ini semua juga karena kita tak bisa berkutik dengan perbedaan mendasar kita.
Pada akhirnya, semesta yang mempertemukan kita, semesta juga yang akan mengakhiri ini.
lumpuh
Aku kira aku bisa berjalan
Ternyata aku lumpuh
Yang berjalan selama ini hanyalah khayalan
Sudah terlalu jauh khayalan ini
Hungga menciptakan harapan
Yang akhirnya amharus pupus
Sekarang...hanya belajar berjalan secara nyata yang dapat aku lakukan
Agar kumpuh ini segera usai